Jumat, 30 Desember 2016

Gunung Sari Sunset (GSS)

Postingan kali ini akan bercerita tentang Gunung Sari Sunset (GSS). Awalnya tau info dari teman soal wisata baru ini.
Sempat syok karena lokasinya gak jauh dari rumah tapi aku gak tahu...duh.
Jadi kemarin, aku dan temanku berkunjung ke GSS yang terletak di desa Gubuklakah Kec. Poncokusumo, Tumpang.
Jadi tepatnya ke arah jalan menuju coban Pelangi yang udah terkenal itu. Karena letaknya di pinggir jalan raya persis. Dan yaaa lokasinya menurutku masih dekat, tepatnya setelah rest area sebelah kanan jalan.
Sampai disana kalian akan di sambut tulisan "Welcome in Gunung Sari Sunset" tapi kalian harus berjalan sedikit menanjak untuk sampai di spot GSS ini.
Sampai disana kalian bisa nongki-nongki cantik karena ada warung kecil yang menawarkan berbagai minuman dan makanan kecil. Kalian bisa duduk di bawah pohon pinus dengan hiasan kursi warna-warni nan apik.
Tak jauh dari warung kecil ada rumah pohon yang memang disediakan untuk spot foto bagi para pengunjung GSS ini. Dari ketinggian ini, udara sejuk akan memanjakan hidung kalian, dan pemandangan hijau berkabut akan memanjakan mata, hehe.
Kalian juga bisa bermalam di rumah pohon disini, karna disini juga menyediakan jasa sewa. Untuk informasinya kalian bisa bertanya pada petugas setempat.
GSS ini juga baru sekali di buka tepatnya tgl 26 Desember kemarin, nah masih fresh banget kan. Dan juga masih terus dalam proses pengembangan, kemarin pas kesitu masih dibangun beberapa rumah pohon. Semoga seterusnya GSS bisa menjadi pilihan kalian saat berlibur.
Selamat menuju tahun baru 2017😊

Ps : ini beberapa foto-foto pas di GSS kemarin

Rabu, 14 Desember 2016

Bila nanti kita bisa bersama (lagi)

Bahasan terakhir twntang kado ulang tahun yang berbuntut panjang, mampu membuat nafasku sesak.

Kamu.
Sekali lagi berkata meminta maaf dan menyesal.
Rasanya ingin sekali kupeluk kamu dan bilang aku sudah memaafkan.
Tapi ada ingatan itu, ingatan yang mampu membuatku tanpa harus berpikir dua kali untuk meninggalkan.
Rasanya ingin sekali kuberi kau kesempatan itu, tapi lagi-lagi ingatan itu membuat napasku sesak karenanya.

Entah aku yang telah dibutakan dengan kata cinta. Tapi sungguh, aku tulus sayang padanya.

Walau akhirnya aku tetap memutuskan untuk berada pada jalan yang berbeda.

Mampukah aku tanpamu? Ataukah ini hanya perihal kebiasaan?

Kukatakan "kalau jodoh pasti ada jalannya"
Klise memang, tapi aku berharap..
Jika nanti kita dipertemukan lagi, semoga kita dalam keadaan sebaik-baik manusia.
Semoga kita masih diberi kesempatan untuk bersama sekali lagi.
Untuk kamu yang telah membuat hatiku jatuh, terimakasih telah menggores luka. Semiga luka ini menguatkan dan mendewasakan aku.
Semoga luka ini lekas sembuh.
Hingga saat bertemu dengan hati yang lain, ia sudah mampu melengkapi.
Entah itu kau atau siapapun nanti.
Teeimakasih telah menemani 2 tahun yang teramat berarti.
Semoga engkau selalu bahagia, jangan ulangi kesalahan yang sama.
Perbaiki diri hingga mampu jatuh cinta lagi.
Terimakasih telah membawaku pada cinta yang sebelumnya tak ku mengerti.
Jagalah hati, semoga hatiku dan hatimu bisa bersama lagi.

Senin, 05 Desember 2016

Percaya pada Orang yang Salah

Hari ini, tepatnya tadi siang. mendadak seperti aku mendapat serangan jantung. Bagaimana tidak? tiba-tiba ada orang yang mengaku pernah pacaram dengan pacarmu? pacar yang selama 2 tahun ini menemanimu. pacar yang selama ini selalu kau percaya bahkan kau beri dia kebebasan.
tidak hanya itu. pacar yang selama ini kau banggakan dimanapun. pacar yang kau beri kesempatan kedua. dia berkhianat...

singkatnya.
feb 2013 aku putus
des 2014 dia ngajak balikan akhirnya pacaran lagi
juli 2015 dia selingkuh
agustus 2015 aku bertengkar hebat
sep 2015 baikan (dan aku gak tau kalo diselingkuhin)
nov 15 sampai sekarang
aku baru tahu kenyataan pahit ini

rasanya sekujur tubuhku lemas, jantungku berdebar hingga aku merasa tak sanggup. air mataku terus saja menetes.mengingat seberapa bajingan lelaki yang ku percaya selama ini.

sudah kutanya dari pagi. sepertinya tak ada keseriusan dalam dirinya. bahkan untuk membuktikan keseriusannya pun dia tak mampu.

Otakku bipang tinggalin laki-laki yg gak pernah ngehargain kamu ini. tapi hati aku berat...
beberapa hari lalu dia selalu saja berkata ingin berpisah. tapi aku memperthankannya. aku membuat dan dibuat berubah pikiran.

selalu.. berakhir dengan baik-baik saja.
tapi tidak dengan kali ini.

perempuan itu mengaku. dan dia pun juga.

you broke my heart. again. over again..
until i couldn't feel anything

mungkin ini cara tuhan menunjukkan..
selama ini, selama 2 tahun ini
aku telah percaya pada orang yang salah.
aku telah membuang waktu dengan prang yang salah.

jika benar ini caramu tuhan. aku ingin engkau menghukum dia dengan cara yg teramat pedih. melebihi apa yang ku rasa.

jika ini yang terbaik. aku siap.
aku siap meninggalkannya.

Jumat, 11 November 2016

JERAWAT... OH NO!!

Bulan ini aku produktif banget deh. Haha. Setelah sekian lama gak ngeblog, bulan ini jadi pengen nge blog lagi,pengen nulis lagi, pengen curhat lagi (ah padahal emang lagi nganggur) hehehe.
Jadi setelah lulus sarjana, aku masih belom dapet kerja, hikzzz. Syedih. Ini nanti ku bikin blog yang lain deh biat cerita tentang nyari kerja~~~

Okayyyy,,, sekarang aku mau cerita soal jerewi di muka, alias JERAWAT. Denger kata itu emang bikin sebel banget kan, apalagi kaum Hawa, ya walaupun kaum Adam juga gak suka.

Siapa sih yang gak pengen kulit yang mulus bak bokong bayi, kenyal bagai agar-agar, bersih putih bak tembok musolla yang baru di cat??? Pasti semua langsung angkat tangan, aku pun tak ketinggalan.

Kuceritakan dari awal yaa.. dulu awal banget aku jerawatan itu kelas 2 Smp waktu pertama kali mens, pas lagi sukaaa banget sama cowok dikelas sebelah. Nah, jerawatnya tuh di jidat, dan banyak, mendadak aku syok dong, kulitku yang mulus ini tetiba jadi kasar, jerawatnya tuh kecil-kecil. Meski kecil kalo banyak kan yaa sama aja.
Nah duku tuh suka banget ku garuk, biar ilang. Tapi aku dimarahin sama ibuk, ibuk bilang biarin aja, ntar ilang sendiri. Okay. Ku menurut, beberapa minggu gitu jerawatnya udah ilang, aku? Mulus lagi. Meski dekil kusam kebanyakan kena matahari.

Masalah jerawat ini berlanjut sampai SMA, jadi aku tuh sering, seriiiiiing banget jerawatan di dagu. Yap. Persis di bawah bibir bagian tengah, dan jerawatnya itu satu, tapi nanahnya, atau bagian putihnya itu gedeeeeee banget, kira-kira segede setengah butir nasi, nah tau kan. Segede itu ada di dagu ku. Sumpaaah gangguuu banget, beberapa kali ju pencet biar keluar isinya, trus tinggal luka doang, eh ternyata oh ternyata jerawat itu muncul lagi di dekat tempat lama. Jadi jerawat ini udah gangguuu banget deh pokonya. Tapi aku lupa sembuhnyabku apain dulu. Hehe

Memasuki masa kuliah, aku sih dibilang bersih? Ya gak juga, ada kok noda2 kecil, jerawat, tapi masih 1 2 gitu, gak banyak, cuma kulitku kusam.
Nah pas mulai semester 3, aku jerawatan, mayan parah sih, jerawatnya tuh kecil, tapi dimana-mana. Akhirnya ku pilih perawatan di LBC. Beberapa kali ke sana, jerawat pun tak kunjung sembuh, akhirnya ku biarkan, aku berhenti dari sana, kemudian aku dikasih krim ibuk, gatau deh krim apa, gak ada namanya. Tapi itu jerawat hilang tinggal 1 2. Tapi kok kok aku jadi putih, putiiiih gitu. Sampai akhirnya aku stop. Setelah itu ku pakai serangkaian perawatan dari Wardah yang khusus acne. Satu per satu aku kumpulin sampai lengkap, tapi jerawat masiiiiih ajaa. Sebenarnya jerawatku gak ganggu yang gimana gitu, cuma adaaa aja, sembuh ada lagi, sembuh muncul lagi gitu terus.
Sampai akhirnya aku ke dokter lagi, dokter di Sidoarjo namanya dr.Merry, nah disini aku cocooook banget. Kulitku bersih meski gak putih, tapi bener bener bersih, jerawat 1 kukasih krim 3 hari sembuh tanpa bekas. Krim ini ku pakai selama berbulan-bulan, sampai akhirnya pas akhir semester aku pakai Wardah, dan cocok aja.

Awal profesi aku tuh jerawatan lagi, sampai akhirnya aku pakai krim dari temennya mbak, krimnya lengket gitu. Tapi jerawat tetep aja nangkring di muka, sampai akhirnya, aku nyoba perawatan lagi, di Larissa, berbulan-bukan hampir setahun malah aku kesana, baik facial pun beli produk, mukaku bersih sih, tapi gah bersih banget, ya tetep ada jerawat dan noda lainnya. Sampai akhirnya aku stop karna aku lagi bokek. Hehehe
Jadi aku beli Fair and Lovely, garnier, sebagai pelembab.
Tapiiiiiii ini niihhh.... akhir profesi, muka aku tuh kaya mulai gak rata, tapi masih tetep oke.
 
Setelah selesai profesi, banyak waktu luang alias pengangguran, nah aku perhatiin muka ku kok jerawatan. Di pipi sebelah kiri. Padahal selama ini pipi iku paling mulus ketimbang yg kanan sih. Hehhe

Iseng iseng, ku pencet lah jerawat itu, aku menemukan keasyikan gitu, mencet jerawat enakk banget, sampai ku tak sadar bahwa apa yang aku lakukan membuatnya membekas. Aku sediiiihhh sekali melihat kulitku, jerawat besar meradang, jerawat kecil bermunculan. Serasa patah hati, aku sedih sekali melihat kuli wajahku seperti ini. :(

Ps : dibawah ini ada foto terakhir setelah aku pencet.

Senin, 07 November 2016

Me vs You

Aku marahnya uda kelewat sering. Gak ada apa-apa. Pengen marah langsung marah aja. Bales chat ketus, singkat, yaaa manusia semaunya. Aku.
Tapi dapet pacar yang sabar banget. Diketusin tetep aja syantai. Udah hafal katanya. Dijutekin tetep aja chat terus, hahaha.

Tapi kadang aku kurang bersyukur, dia yang udah kayak gitu katanya masih kurang aja. Ya namanya manusia kan?
Kadang kalo lagi sadar yaa kasian, liat dia yang sabar banget gitu.

Dia pernah bilang kalo aku udah gak asik lagi. Bentar doang baikan, bentar lagi aku marah lagi.
Toh, bukannya perempuan tak butuh banyak alasan untuk marah-marah gak jelas?

Ini beberapa foto pas lagi akur, kalo lihat ikut seneng gak? Haha

My 23th

Kemarin, tepatnya 2 hari yang lalu. Genap. Aku berusia 23 tahun. Usia dimana bisa dikatakan aku sudah dewasa, sudah sanggup mengambil keputusan. Usia dianggap matang untuk menikah dan bekerja.
Yha. Menikah....
Hahaha. Belum sama sekali terpikir olehku akan menikah pada usia ini, meski telah banyak yang menanyaiku tentang hal ini.
Belum siap? Ya. Sebab menikah tidah sesederhana 5 huruf. Ya kan? Banyak hal yang akan terjadi didalamnya. Dan aku belum siap.
Baik secara materi (karna masih aja nganggur) dan secara calon (pacar lagi ambil ners).

23.
Aku sudah tidak heboh lagi dengan perayaan ulang tahun. Aku sudah tak ingin lagi wajahku yang buluk dipakai teman-teman untuk DP BBM nya.
Bukan itu lagi.
Tak begitu banyak yang mengirimiku doa dan ucapan. Tapi aku biasa saja.
Karna aku merasa hari berjalan seperti biasa.
Bahkan pacar di hari itu malah main dengan teman-temannya. Dan hanya mengucap mendoakanku lewat telfon ramai dengan temannya.
Senang? Tentu saja. Haha

Sahabat, orang-orang yang dulu pernah dekat hanya segelintir yang mengirim pesan.
Aku tak kecewa. Malah senang, ulangtahunku hanya diketahui beberapa saja.

Toh pada akhirnya hanya mereka yang benar-benar dekat yang akan selalu ada?

Setidaknya hari ini aku sudah main ke pantai, bersama nenek, mbak, mas dan sepupu.
Bahagia? Tentu saja.

Tidur di pinggiran pantai saat ulangtahun?
Maka nikmat Tuhan yang mana yang kau dustakan.

Selasa, 01 November 2016

November..

Hari ini awal bulan November, bulan dimana aku dilahirkan. Kurang 5 hari lagi, aku genap berusia 23 tahun. Yap!
Bisa dikatakan aku dewasa. Tapi setelah lama aku bermain-maun dengan kepalaku, selama 23 tahun apa saja yang sudah aku lakukan, setidaknya hal yang bermanfaat bagi orang-orang disekitarku? Sontak hatiku merasa gelisah. Sebab, "SETUA INI GAK ADA HAL YANG BERMANFAAT YANG KULAKUKAN"

Sediiih banget rasanya, tahun ini aku akan wisuda angkat sumpah manjadi perawat Ners. Tapi, 1,5 bulan ini aku hanya menganggur, makan tidur pup bersi-bersi rumah. Hanya itu. Tidak ada aktivitas lain yang kulakukan.

Sediiih sekali melihat aku, saat melihat teman-teman sudah bekerja di sela waktu menunggu wisuda, aku hanya seperti ini saja!

Aku sudah malu pada ibu untuk meminta uang. Bahkan untuk beli paketan kuota, tahu kan gimana rasanya..
Segala kebutuhanku terpenuhi, makan enak, buah, fasilitas motor, tetapi ada keganjilan dalam batin, kebutuhanku tidak janya itu saja. Saat kapas untuk membersihkan wajah habis saja aku tak sanggup beli, saat paket kuota internetku habis aku tak mampu bayar, keperluan lain lainnya pun begitu. Dan sisa-sisa uangku pun telah habis.

Aku ingin bekerja. Ingiin sekali, memiliki aktivitas selain menyapu dan mencuci piring. Tapi apa? Aku hanya sarjana keperawatan. Dan menjadi perawat masih harus punya STR. Dimana aku masih belum punya.
Seluruh rumah sakit meminta STR bagi perawat yang ingin bekerja. Selain itu, aku juga tak memiliki 'orang dalam' yang bisa memasukkanku ke dalam suatu pekerjaan.

Sediiih sekali. Selalu kuratapi.
Untuk apa sebenarnya Tuhan menciptakan aku? :((