Bahasan terakhir twntang kado ulang tahun yang berbuntut panjang, mampu membuat nafasku sesak.
Kamu.
Sekali lagi berkata meminta maaf dan menyesal.
Rasanya ingin sekali kupeluk kamu dan bilang aku sudah memaafkan.
Tapi ada ingatan itu, ingatan yang mampu membuatku tanpa harus berpikir dua kali untuk meninggalkan.
Rasanya ingin sekali kuberi kau kesempatan itu, tapi lagi-lagi ingatan itu membuat napasku sesak karenanya.
Entah aku yang telah dibutakan dengan kata cinta. Tapi sungguh, aku tulus sayang padanya.
Walau akhirnya aku tetap memutuskan untuk berada pada jalan yang berbeda.
Mampukah aku tanpamu? Ataukah ini hanya perihal kebiasaan?
Kukatakan "kalau jodoh pasti ada jalannya"
Klise memang, tapi aku berharap..
Jika nanti kita dipertemukan lagi, semoga kita dalam keadaan sebaik-baik manusia.
Semoga kita masih diberi kesempatan untuk bersama sekali lagi.
Untuk kamu yang telah membuat hatiku jatuh, terimakasih telah menggores luka. Semiga luka ini menguatkan dan mendewasakan aku.
Semoga luka ini lekas sembuh.
Hingga saat bertemu dengan hati yang lain, ia sudah mampu melengkapi.
Entah itu kau atau siapapun nanti.
Teeimakasih telah menemani 2 tahun yang teramat berarti.
Semoga engkau selalu bahagia, jangan ulangi kesalahan yang sama.
Perbaiki diri hingga mampu jatuh cinta lagi.
Terimakasih telah membawaku pada cinta yang sebelumnya tak ku mengerti.
Jagalah hati, semoga hatiku dan hatimu bisa bersama lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar