Kamu tahu, sejak petang tadi mataku netes terus, air yang keluar dari mataku gak henti-hentinya keluar. Entah, mungkin karena apa yang telah kita bahas sebelumnya itu bikin aku sesedih ini.
Jujur, aku juga heran kenapa bisa sesedih ini, menangis hingga sesenggukan, sampai hidung mendadak pilek.
Mungkin aku hanya takut, kalu ternyata gak lama lagi kita harus berpisah seperti pernyataanmu sore itu. Mungkin aq hanya sedih, jikalau nanti pada akhirnya benar bukan aku yang terbaik. Atau mungkin aku hanya takut dibayangi kenangan tentang kita. Tak tahu pasti, sepertinya aku merasakan ketiganya.
Buka puasa hingga selesai solat tarawih pun aku masih terngiang-ngiang tentang bahasan terakhir kita.
Sampai akhirnya aku meminta untuk melupakan bahasan terakhir kita, karena itu membuatku sedih, dan kamu pun menyetujuinya.
Dan lagi, hanya karena perkara kecil, kamu tersulut emosi. Aku menjelaskan maksudku lagi, untuk kamu gak jauh dariku. Kamu pahamnya aku bikin kamu cemburu. Apalah ini.
Kamu tahu?
Aku tak suka tiap kali kau membiarkanku tanpa kabar darimu. Itu menyakitkan buatku. Lagi dan lagi kamu selalu seperti itu. Aku harus menahan segalanya saat seperti itu.
Tidakkah kau tahu?
Aku selalu menunggu, menggu kamu untuk mengabariku, entah hanya sapaan 'hai'
Sudahkah kamu bosan denganku?
Sudahkah kamu ingin menyerah?
Sudahkah kamu ingin kita berpisah seperti yang kamu katakan?
Tidakkah kamu sedikit lagi mau berjuang?
Berjuang mempertahankan kita?
Sabtu, 20 Juni 2015
Today..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar